BULLYING

SPENTIKA ANTI BULLYING

Pengertian Bullying

Bullying adalah aktifitas yang dilakukan dengan tujuan memojokkan orang lain dengan nada merendahkan,mengolok-ngolokkan hingga melakukan kekerasan dengan fisik. 

Disekolah kita terdapat peristiwa-peristiwa tersebut. Adapula 2 bentuk penindasan Bullying,antara lain :

1.Penindasan fisik 

Penindasan fisik dilakukan dengan kontak secara fisik yang menyebabkan sakit fisik pada korban Bullying,contohnya: memukul,menendang,dll

2.Penindasan psikologis

Penindasan ini menyebabkan trauma psikologis,ketakutan,depresi,kecemasan,stres,dan juga kagalauan pada penerima Bullying.

A.Macam-macam Bullying

1.Bullying secara verbal

Jenis tindakan yang dilakukan pada Bullying ini berupa julukan nama,celaan,fitnah,kritikan,kekejaman,penghinaan,pelecehan seksual,surat-surat yang mengintimidasi,dan gosib

Bullying ini merupakan salah satu jenis Bullying yang mudah dilakukan dan menjadi awal perilaku Bullying lainnya.

2.Bullying secara fisik

Bullying ini merupakan jenis Bullying yang paling tampak dan mudah diidentifikasi namun kejadian Bullying secara fisik tidak sebanyak Bullying bentuk lain.

Jenisnya berupa memukul menendang,mencekik,menggigit,mencakar,meludai,menjiwit,dan merusak serta menghancurkan barang milik anak yang ditindas.

3.Bullying secara relasional

Bullying ini merupakan jenis bullying berupa pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian,pengucilan,dan penghindaran. Perilaku ini mencakup sikap yang tersembunyi seperti agresif,lirikan mata dll. 

Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatan pada awal masa remaja serta mencoba mengetahui diri dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya.

4.Bullying elektronik

Bullying ini merupakan bentuk perilaku yang dilakukan pelaku melalui komputer,handphone,internet,sms,e-mail dll. Bullying ini ditunjukkan untuk meneror korban dengan tulisan,animasi gambar atau rekaman video yang bersifat mengintimidasi. Bullying ini dilakukan remaja yang telah mempunyai pemahaman yang cukup baik pada sarana teknologi. 


B.Dampak melakukan Bullying 

•Dampak positif

Bullying dapat mendorong munculnya bebagai pengembangan positif bagi korban Bullying, korban Bullying cenderung akan :

Lebih kuat dan tegar menghadapi masalah

Termotivasi untuk menunjukkan potensinya agar tidak direndahkan 

Termotivasi untuk intropeksi diri sendiri

•Dampak negatif

Korban Bullying lebih resiko mengalami berbagai macam masalah baik secara fisik maupun mental. Masalah yang terjadi adalah :

Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi,kegelisahan.

Kemungkinan akan terbawa hingga korban dewasa

Keluhan kesehatan fisik

Penurunan prestasi akademik

Dalam kasus yang cukup langka,korban bullying akan menunjukkan sifat kekerasan 

•Di sekolah saya tindakan bullying sangat banyak terjadi bahkan hampir setiap hari tindakan bullying di lakukan dan pelaku dari tindakan bullying ini adalah teman dekat kita sendiri biasanya tindakaan bullying terjadi bearawal dari candaan yang berlebihan sampai terjadilah tindakan bullying tadi,jadi kita harus benar-benar bisa menjaga sikap dan menjaga diri

•Berdasarkan uraian tersebut, tak heran jika anak usia sekolah rentan terkena bullying. Pasalnya, mereka belum cukup tahu dan sadar akan tindakan tersebut. Oleh sebab itu, pihak sekolah harus mengawasi penuh segala kegiatan sekolah. Rantai senioritas juga harus diputus sehingga setiap siswa memiliki kesetaraan hak dan kewajiban.


C.Beberapa factor dari Bulying:

•Faktor lingkungan

Lingkungan merupakan faktor terbesar dalam terbentuknya suatu sikap. Memang benar pepatah mengatakan “kalau kita bergaul dengan tukang parfum maka akan ketularan wanginya,dan juga sebaliknya”,maka lebih besar peluangnya terpengaruh sesuatu yang baik. Tak heran juga lingkungan menjadi salah satu agent of change

•Faktor media 

Media menjadi salah satu penyumbang besar dalam terbentuknya suatu sikap dan di sekolah kita masih banyak perilaku yang tidak baik yang menjadikan ladang subur penyebaran sikap buruk.

•Hubungan keluarga

Keharmonisan keluarga berpengaruh pada terbentuknya sikap seseorang. Jika kondisi keharmonisan keluarga buruk maka anggota keluarga lain berpotensi mencari pelampiasan salah satunya melakukan bullying.



CARA MENCEGAH AGAR BULLYING TIDAK TERJADI

•Untuk mencegah dan menghambat munculnya tindak kekeraran di kalangan remaja, diperlukan peran dari semua pihak yang terkait dengan lingkungan kehidupan remaja.

•Sedini mungkin, anak-anak memperoleh lingkungan yang tepat. Keluarga-keluarga semestinya dapat menjadi tempat  yang nyaman untuk anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaannya. Orang tua hendaknya mengevaluasi pola interaksi yang dimiliki selama ini dan menjadi model yang tepat dalam berinteraksi dengan orang lain.

•Berikan penguatan atau pujian pada perilaku pro sosial yang ditunjukkan oleh anak. Selanjutnya dorong anak untuk mengambangkan bakat atau minatnya dalam kegiatan-kegiatan dan orang tua tetap harus berkomunikasi dengan guru jika anak menunjukkan adanya masalah yang bersumber dari sekolah.

•Selama ini, kebanyakan guru tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di antara murid-muridnya. Sangat penting bahwa para guru memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pencegahan dan cara mengatasi bullying.

•Kurikulum sekolah dasar semestinya mengandung unsur pengembangan sikap prososial dan guru-guru memberikan penguatan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Sekolah sebaiknya mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa. Selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.

•Jangan anggap remeh Masih banyak orangtua yang menganggap kakak kelas mengintimidasi adik kelas sebagai sebuah tradisi, demikian juga  perlakuan kasar yang diterima anak dari temannya sering diabaikan karena akan berlalu seiring dengan waktu. Saatnya untuk mengubah pandangan tersebut. Jalin komunikasi yang dalam dengan anak, berilah perhatian lebih bila anak tiba-tiba murung dan malas ke sekolah.

•Ajari anak untuk melindungi dirinya Ajari anak untuk bersikap self defense dalam arti menhindari diri dari korban atau pelaku kekerasan. Katakan kepadanya, “Kalau kamu dipukul temanmu, kamu harus memberitahukan kepada Ibu Guru.” Bukan malah mengajarkan perilaku membalas atau menggunakan kekuatan dalam mempertahankan diri. Selain itu, ajarkan pula untuk bersikap asertif atau mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang memang seharusnya tidak dilakukan. Selain itu, jangan biasakan anak membawa barang mahal atau uang berlebih ke sekolah karena bisa berpotensi menjadi incaran pelaku bullying. Pupuk kepercayaan diri anak, misalnya dengan aktif mengikuti kegiatan ekskul.

 

•Bina relasi dengan guru dan orangtua murid Bina relasi dan komunikasi yang baik dengan guru di sekolah atau orangtua murid lainnya. Anda bisa mendapatkan informasi adanya kasus bullying atau melaporkan kepada guru bila si kecil bercerita mengenai temannya yang dipukul, misalnya.

Jumlah Pengunjung

493974

Your IP: 54.167.15.6
Server Date: 14-12-2018

Waktu Sekerang

Tanggal saat ini

04:42, 14th December 2018
December 2018
SMTWTFS
1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
 
Open source productions