Senyum Sapa

Budaya 3S (Senyum Salam & Sapa) mulai diterapkan sejak pendidikan Sekolah Dasar(SD) dan dilanjutkan hingga ke Perguruan Tinggi.Budaya 3S di latar belakangi oleh siswa siswi yang kurang ramah tamah kepada Gurunya. Budaya ini bertujuan untuk menguatkan karakter siswa siswi yang kurang ramah tamah kepada gurunya. Budaya ini bertujuan untuk menguatkan karakter siswa siswi dalam bentuk kekeluargaan. Cara mengembangkan keramahan 3S tersebut :

1.      Ketika bertemu dengan guru kita terapkan 3S tersebut 

Ketika kita bertemu dengan teman kita terapkan pula 3S

 Perlukah senyum,salam,dan sapa?

              Manusia sebagai makhluk sosial tentilah memerlukan orang lain untuk saling membantu dan tolong untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Hal tersebut dapat tercapao dengan adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Untuk membentuk hubungan harmonis tersebut perlu adanya pola komunikasi yang baik bisa diawali dengan mengenal lebih dekat antar sesama kita. Dalam masyarakat kita, ada istilah “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG” Yang artinya jika kita tidak mengerti dan mengenal seseorang dengan baik maka kita tidak mendapatkan kasih sayang yang kita harapkan. Setelah kita mengenal lebih dalam kita perlu memupukkan agar hubungan kita semakin “BAIK” dengan saling tutur sapa ketika bertemu dengan senyuman yang paling indah yang kemudian di kenal dengan istilah senyum,salam,sapa atau yang bisa di singkat dengan 3S.

             Senyum, salam,dan sapa merupakan sebuah rangkaian saling tegur sapa antar sesama.dalam konteksnya 3S,dilakukan oleh orang yang saling mengenal.3S diperlukan untuk mempererat hubungan sosial.Agar tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis,maka 3S perlu diterapkan.Namun, tidak perlu ngoyo dalam mewujudkan 3S. 3S agar tercipta dengan sendirinya ketika tidak ada prasangka negatif dari seseorang. Setidaknya tujuan dari 3S dapat mencegah dan memperkecil konflik sosial yang bersifat kekerasan. “Konflik memang diperlukan sebab hal tersebut menunjukan bahwa masyarakat bergerak dinamis,tetapi apabila mengarah pada kekerasan maka perlu dihindari”.

            Tidak ketinggalan pula sekolah kita SMP Negeri 3 Krian juga turut mewujudkan pendidikan karakter.disekolah kami juga sudah memulai menerapkan sikap keramahan 3S (senyum,salam,dan sapa) karena hal tersebut dinilai penting oleh bapak/ibu guru dalam bentuk kekeluargaan.manfaat dari hal ini sangat banyak.

         Akhir akhir ini dunia pendidikan selalu berbicara tentang pedidikan karakter dalam kegiatan belajar mengajar.kurikulum yang digunakan juga berhungan dengan karakter yaitu kurikulum KTSP berkarakter.menurut kepala sekolah SMP Negeri 3 KRIAN,Drs.Muhammad choliq.M. Pd .pendidikan karakter adalah sebuah pendidikan yang ditujukan untuk membuat siswa siswi mengerti akan karakter yang mereka miliki masing-masing. Maka dari itu,kita sebagai pelajar dan Generasi Muda harus menerapkan budaya 3S agar kita memiliki karakter yang bagus demi Indonesia.

Dan berikut adalah makna dari 3S tersebut:

1.Senyum

 Senyum adalah ibadah.Siapa saja yang memberikan kepada orang lain,maka ia akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Yang berupa pahala.Senyum merupakan awal untuk menerapkan pendidikan karakter yang ada di sekolah.Pemberian senyum satu sama lain akan mengajarkan pada mereka tentang sifat keramahan.Selain itu,orang -orang yang sering tersenyum akan terhindar dari beberapa penyakit.

2.Sapa

  Setelah melempar senyum kepada orang lain,sapaan merupakanpelengkap yang sempurna.Walaupun tidak menyebutkan nama,sapaan bisa berupa salam.Tujuan dari penerapan sapa yaitu membentuk pribadi yang mudah bergaul dan mengenal orang lain.

3.Salam

   Memberikan salam dapat diartikan pula dengan memberikan doa.Tujuan diterapkannya kata “salam” agar semua warga sekolah terbiasa untuk memberikan salam ketika saling bertemu,bukan malah memalingkan pandangan dan berpura pura tidak tahu.

Siapkah Anda menerapkan 3S tersebut?

Prestasi Dianita

Liga pencak silat nasional

Dianita Rahmasari telah mengharumkan nama Sidoarjo. Dia berhasil meraih emas pada O2SN 2017. Prestasi tersebut melecutnya untuk lebih banyak mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

       Dianita Rahmasari menunjukkan medali dan piagam penghargaan di sekolahnya, SMPN 3 Krian, Jumat (22/9).Di halaman SMPN 3 Krian, ada seorang siswi yang tengah berlatih bela diri. Pencak silat tepatnya. Remaja tersebut bernama Dianita Rahmasari. Saat itu dia berlatih sendiri. ’’ Itu tadi namanya kembangan, mirip kembang mekar,’’ katanya ketika ditanya jurus yang diperagakan. ’’ Gerakannya bisa divariasi. Bahkan bisa juga dikembangkan sendiri,’’ tambahnya Jumat (22/9).

      Sesaat kemudian, Dian –sapaan akrab nya– menghentikan latihannya. Siswa kelas IX B SMPN 3 Krian tersebut lantas menenggak air. Setelah beberapa tegukan, Dian lantas bercerita bahwa dirinya baru saja menang dalam kejuaraan. Yang dimaksud Dian adalah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP tingkat nasional pada 2017 di Kota Medan pada 3–9 September 2017. Dalam kejuaraan tersebut, dia berhasil membawa medali emas dari cabang pencak silat kategori tanding kelas F putri 45–48 kg. ’’ Ini medali dan piagamnya,’’ ucapnya.

      Dara kelahiran Surabaya, 25 Maret 2003, itu mengatakan bahwa gerakannya belum luwes saat awal berlatih. Namun, karena sering berlatih, yakni seminggu tiga kali, dia pun terbiasa. Latihannya pada Senin, Rabu, dan Jumat pukul 14.00 hingga menjelang magrib di sekolah. Jika mendekati kompetisi, dia bisa berlatih setiap hari. ’’ Latihannya bareng teman-teman di ekstrakurikuler pencak silat di sekolah,’’ katanya. ’’ Nggak pernah bosen karena memang seneng,’’ katanya.Dian tergabung dalam ekskul pencak silat saat duduk di bangku kelas VII. Orang tuanya sempat tidak setuju. Sebab, olahraga tersebut terbilang keras. Kurang cocok jika diikuti perempuan.

         Namun, semangat Dian tidak goyah. Dia terus berlatih. Tidak disangka, berkat semangat dan usaha kerasnya, Dian berhasil menyabet juara I O2SN Kabupaten Sidoarjo pada 2016. Sejak saat itu orang tuanya mendukung penuh hobi Dian tersebut.

        Didukung orang tua, Dian semakin bersemangat. Dia mengikuti berbagai perlombaan. Beberapa penghargaan berhasil diraih. Di antaranya, juara II O2SN Provinsi Jatim 2016 serta juara I Unusida Open sekaligus mendapat penghargaan sebagai pesilat terbaik. Tahun ini Dian meraih kemenangan di sejumlah kejuaraan. Yakni, juara II UIN Maulana Malik Ibrahim, juara I O2SN Kabupaten Sidoarjo 2017, dan juara I O2SN Provinsi 2017. ’’ Targetnya bisa mendapat banyak penghargaan lagi di tingkat nasional,’’ ungkap putri pasangan Didik Murdiono dan Hendriati itu.

         Menjadi atlet silat membuat Dian cukup tenar di sekolahnya. Banyak yang takut. Pernah ada teman cowoknya yang usil ke rekan cewek. ’’ Mereka saya lihatin tok gitu (teman cowok, Red) langsung lari,’’ ucap Dian, lantas tertawa.

     Karena itu, Dian disukai teman-teman ceweknya. Saat bersama Dian, tidak ada yang berani mengganggu. Seakan menjadi bodyguard bagi teman-temannya. ’’ Padahal saya juga nggak pernah mukul atau marah ke mereka. Kalau iseng ya cuma saya lihat saja,’’ kata anak kedua dari tiga bersaudara tersebut. ’’ Kadang ada gerombolan adik kelas VIII lihatin saya sambil jalan, eh saya lihat balik mereka langsung lari,’’ paparnya. Kerap dipandang menakutkan tidak membuat Dian jengkel atau marah. ’’ Enjoy-enjoy aja,’’ katanya.


      Bahkan, karena jadi atlet, Dian sering dipandang kuat oleh keluarganya. ’’ Kadang beli dan angkat gas LPG sendiri, bantu angkat galon juga,’’ ungkapnya. Tidak masalah. Sebab, dia ingin membantu orang tuanya. ’’ Kata orang rumah,kan kamu atlet, jadi pasti kamu kuat,’’ tuturnya.

BULLYING

SPENTIKA ANTI BULLYING

Pengertian Bullying

Bullying adalah aktifitas yang dilakukan dengan tujuan memojokkan orang lain dengan nada merendahkan,mengolok-ngolokkan hingga melakukan kekerasan dengan fisik. 

Disekolah kita terdapat peristiwa-peristiwa tersebut. Adapula 2 bentuk penindasan Bullying,antara lain :

1.Penindasan fisik 

Penindasan fisik dilakukan dengan kontak secara fisik yang menyebabkan sakit fisik pada korban Bullying,contohnya: memukul,menendang,dll

2.Penindasan psikologis

Penindasan ini menyebabkan trauma psikologis,ketakutan,depresi,kecemasan,stres,dan juga kagalauan pada penerima Bullying.

A.Macam-macam Bullying

1.Bullying secara verbal

Jenis tindakan yang dilakukan pada Bullying ini berupa julukan nama,celaan,fitnah,kritikan,kekejaman,penghinaan,pelecehan seksual,surat-surat yang mengintimidasi,dan gosib

Bullying ini merupakan salah satu jenis Bullying yang mudah dilakukan dan menjadi awal perilaku Bullying lainnya.

2.Bullying secara fisik

Bullying ini merupakan jenis Bullying yang paling tampak dan mudah diidentifikasi namun kejadian Bullying secara fisik tidak sebanyak Bullying bentuk lain.

Jenisnya berupa memukul menendang,mencekik,menggigit,mencakar,meludai,menjiwit,dan merusak serta menghancurkan barang milik anak yang ditindas.

3.Bullying secara relasional

Bullying ini merupakan jenis bullying berupa pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian,pengucilan,dan penghindaran. Perilaku ini mencakup sikap yang tersembunyi seperti agresif,lirikan mata dll. 

Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatan pada awal masa remaja serta mencoba mengetahui diri dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya.

4.Bullying elektronik

Bullying ini merupakan bentuk perilaku yang dilakukan pelaku melalui komputer,handphone,internet,sms,e-mail dll. Bullying ini ditunjukkan untuk meneror korban dengan tulisan,animasi gambar atau rekaman video yang bersifat mengintimidasi. Bullying ini dilakukan remaja yang telah mempunyai pemahaman yang cukup baik pada sarana teknologi. 


B.Dampak melakukan Bullying 

•Dampak positif

Bullying dapat mendorong munculnya bebagai pengembangan positif bagi korban Bullying, korban Bullying cenderung akan :

Lebih kuat dan tegar menghadapi masalah

Termotivasi untuk menunjukkan potensinya agar tidak direndahkan 

Termotivasi untuk intropeksi diri sendiri

•Dampak negatif

Korban Bullying lebih resiko mengalami berbagai macam masalah baik secara fisik maupun mental. Masalah yang terjadi adalah :

Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi,kegelisahan.

Kemungkinan akan terbawa hingga korban dewasa

Keluhan kesehatan fisik

Penurunan prestasi akademik

Dalam kasus yang cukup langka,korban bullying akan menunjukkan sifat kekerasan 

•Di sekolah saya tindakan bullying sangat banyak terjadi bahkan hampir setiap hari tindakan bullying di lakukan dan pelaku dari tindakan bullying ini adalah teman dekat kita sendiri biasanya tindakaan bullying terjadi bearawal dari candaan yang berlebihan sampai terjadilah tindakan bullying tadi,jadi kita harus benar-benar bisa menjaga sikap dan menjaga diri

•Berdasarkan uraian tersebut, tak heran jika anak usia sekolah rentan terkena bullying. Pasalnya, mereka belum cukup tahu dan sadar akan tindakan tersebut. Oleh sebab itu, pihak sekolah harus mengawasi penuh segala kegiatan sekolah. Rantai senioritas juga harus diputus sehingga setiap siswa memiliki kesetaraan hak dan kewajiban.


C.Beberapa factor dari Bulying:

•Faktor lingkungan

Lingkungan merupakan faktor terbesar dalam terbentuknya suatu sikap. Memang benar pepatah mengatakan “kalau kita bergaul dengan tukang parfum maka akan ketularan wanginya,dan juga sebaliknya”,maka lebih besar peluangnya terpengaruh sesuatu yang baik. Tak heran juga lingkungan menjadi salah satu agent of change

•Faktor media 

Media menjadi salah satu penyumbang besar dalam terbentuknya suatu sikap dan di sekolah kita masih banyak perilaku yang tidak baik yang menjadikan ladang subur penyebaran sikap buruk.

•Hubungan keluarga

Keharmonisan keluarga berpengaruh pada terbentuknya sikap seseorang. Jika kondisi keharmonisan keluarga buruk maka anggota keluarga lain berpotensi mencari pelampiasan salah satunya melakukan bullying.



CARA MENCEGAH AGAR BULLYING TIDAK TERJADI

•Untuk mencegah dan menghambat munculnya tindak kekeraran di kalangan remaja, diperlukan peran dari semua pihak yang terkait dengan lingkungan kehidupan remaja.

•Sedini mungkin, anak-anak memperoleh lingkungan yang tepat. Keluarga-keluarga semestinya dapat menjadi tempat  yang nyaman untuk anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaannya. Orang tua hendaknya mengevaluasi pola interaksi yang dimiliki selama ini dan menjadi model yang tepat dalam berinteraksi dengan orang lain.

•Berikan penguatan atau pujian pada perilaku pro sosial yang ditunjukkan oleh anak. Selanjutnya dorong anak untuk mengambangkan bakat atau minatnya dalam kegiatan-kegiatan dan orang tua tetap harus berkomunikasi dengan guru jika anak menunjukkan adanya masalah yang bersumber dari sekolah.

•Selama ini, kebanyakan guru tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di antara murid-muridnya. Sangat penting bahwa para guru memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pencegahan dan cara mengatasi bullying.

•Kurikulum sekolah dasar semestinya mengandung unsur pengembangan sikap prososial dan guru-guru memberikan penguatan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Sekolah sebaiknya mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa. Selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.

•Jangan anggap remeh Masih banyak orangtua yang menganggap kakak kelas mengintimidasi adik kelas sebagai sebuah tradisi, demikian juga  perlakuan kasar yang diterima anak dari temannya sering diabaikan karena akan berlalu seiring dengan waktu. Saatnya untuk mengubah pandangan tersebut. Jalin komunikasi yang dalam dengan anak, berilah perhatian lebih bila anak tiba-tiba murung dan malas ke sekolah.

•Ajari anak untuk melindungi dirinya Ajari anak untuk bersikap self defense dalam arti menhindari diri dari korban atau pelaku kekerasan. Katakan kepadanya, “Kalau kamu dipukul temanmu, kamu harus memberitahukan kepada Ibu Guru.” Bukan malah mengajarkan perilaku membalas atau menggunakan kekuatan dalam mempertahankan diri. Selain itu, ajarkan pula untuk bersikap asertif atau mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang memang seharusnya tidak dilakukan. Selain itu, jangan biasakan anak membawa barang mahal atau uang berlebih ke sekolah karena bisa berpotensi menjadi incaran pelaku bullying. Pupuk kepercayaan diri anak, misalnya dengan aktif mengikuti kegiatan ekskul.

 

•Bina relasi dengan guru dan orangtua murid Bina relasi dan komunikasi yang baik dengan guru di sekolah atau orangtua murid lainnya. Anda bisa mendapatkan informasi adanya kasus bullying atau melaporkan kepada guru bila si kecil bercerita mengenai temannya yang dipukul, misalnya.

Bali Story

Sebagai salah satu destinasi wisata nomor satu, nama pulau Bali telah tersebar sampai ke seluruh dunia. Orang-orang di dunia lebih mengenal Bali dengan sebutan Island of Gods ataupun Pulau Seribu Pura. Bali yang sangat kaya dengan beragam keunikan-keunikannya berupa keindahan alam pemandangan, keramahtamahan masyarakatnya, serta seni budaya dan tradisi yang telah hidup selama bertahun-tahun. Bisa diibaratkan seperti tempat yang telah punah dapat ditemukan di dunia. Orang-orang terus berdatangan ke Bali, hanya untuk merasakan atmosfir magis Bali serta melihat keindahan panoramanya.

           Daya tarik utama dari pulau Bali adalah pemandangan yang luar biasa di beberapa tempat wisata yang tiada bandingannya dengan tempat lain di seluruh dunia. Pemandangan indah berupa pemandangan dan keindahan alam yang masih asri masih dapat dinikmati disini oleh para wisatawan. Masih banyak tempat di Bali dimana kita masih bisa menghirup udara segar, dan tempat untuk bersantai. Pemandangan sunset seperti di pantai Kuta dan Tanah Lot adalah salah satu pemandangan alam yang menakjubkan yang ada di Bali. Begitu juga pemandangan matahari terbit, bisa dinikmati dari pantai Sanur yang terletak hanya sekitar setengah jam berkendara dari Bandara Ngurah Rai.

          Bali. Apa yang muncul dibenak kalian saat mendengar nama kota itu ? liburan ?  tempat rekreasi ? . Ya! Bali memang salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal di dunia. Tapi, jika kalian menganggap Bali hanyalah sebgai tempat wisata, kalian salah.

          Di Bali, selain berwisata ternyata kalian juga bisa belajar tentang banyak hal. Mulai dari sejarah Bali, sampai macam macam budaya yang ada di Bali. Seperti yang dilakukan oleh siswa siswi SMPN 3 KRIAN. Pada tanggal 25 Januari 2018 kemarin seluruh siswa siswi kelas 8 SMPN 3 KRIAN mengadakan outclass ke Bali.

          Disana, mereka berkunjung ke berbagai tempat wisata di Bali. Selain rekreasi mereka juga belajar tentang Bali. Ingn tau keseruannya ? yuk kepoin cerita ini sampai bawah yaa!

          Perjalanan dimulai dari Krian sekitar pukul 07.00. Perjalanan selama 16 jam akan ditempuh oleh siswa siswi SMPN 3 KRIAN.Selama perjalanan, di dalam bis para siswa siswi saling bergurau, menyanyi, dan menikmati perjalanan bersama.         Selama perjalanan para siswa siswi juga disuguhi dengan pemandangan indah. Hal ini menyebabkan perjalanan 16 jam yang seharusnya terasa sangat melelahkan, malah menjadi sangat menyenangkan.Setibanya di hotel tempat kami menginap, pukul 22.00 WITA.

          Sehariberikutnya perjalanan dimulai dari Museum Bajra Sandhi. Disana mereka belajar tentang sejarah perjuangan rakyat Bali saat mengusir penjjah. Disana terdapat banyak replica pusaka, serta gambaran perjuangan rakyat Bali saat melawan penjajah.

          Selanjutnya, mereka mengunjungi Tanjung Benoa. Di Tanjung Benoa mereka melihat pulau penyum. Di pulau penyu, mereka melihat banyak penyu, kelelawar, dan hewan lainnya.Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Pandawa,disana kita dapat melihat patung Pandawa,dan eksotika keindahan pantai Pandawa.Setelah berkunjung ke pantai Pandawa perjalanan untuk melihat keindahan pulau Bali dilanjutkan menuju Pantai Kuta.Saat disana dapat melihat tourist dari mancanegara berwisata ke Pulau Bali.Sesudahnya dari Pantai Kuta rombongan sekolah kami makan malam di Mr.Bali dan dilanjutkan karaoke bersama.

      Malam pun telah tiba,seluruh rombongan sekolah kami,kembali ke Hotel tempat menginap.Sesampai nya di sana langsung membersihkan badan dan beristirahat.Pagi hari pun menyambut,kicau kicau burung yang merdu menyambut sarapan pagi yang di hiasi canda dan gurau.

      Hari ketiga rombongan sekolah kami kembali ke pulau Jawa,namun tidak langsung pulang tetapi tetap melanjutkan kegiatan ekspor keindahan pulau Bali.Hari terakhir digunakan untuk membeli oleh –oleh,contohnya ke Dewata dan Joger.Selesainya tidak langsung pulang saja melainkan masih mengekspor keindahan Bali yaitu ke Bedugul tetapi tidak sampai di Pura Ulu Watu karena waktu tidak cukup,karna harus ke Kebun Raya Bali,disana kita di perkenalkan banyak tumbuhan dari masa purba hingga sekarang dan dari mancanegara.Disana di pandu oleh petugas dari Kebun Raya,petugas tersebut menjelaskan secara rinci setiap tumbuhan.Selesai di Kebun Raya selanjutnya,rombongan menuju Tanah Lot yaitu tujuan wisata yang terakhir.Di Tanah Lot kita dapat melihat keindahan pura diatas pantai.Kita juga dapat melihat show Tari Kecak yang dikenakan biaya Rp.50.000-, setiap orang apabila ingin melihat show Tari Kecak.Sekitar jam 15.00 WITA rombongan langsung menuju pelabuhan Padang Bai(Bali) menuju SMPN 3Krian.Sampai di sekolah pukul 07.00 WIB,sudah banyak orang tua yang menjemput anak nya.Sungguh berwisata ke Bali banyak mendapatkan kenangan yang indah dan tak terlupakan.

JOGJA PUNYA KENANGAN

 

JOGJA PUNYA KENANGAN

 09/05/2018

                 Sekolah kami SMPN 3 KRIAN mengadakan tour ke Yogyakarta pada tanggal 25 – 27 Februari  2018 dan itu diperuntukkan untuk kelas 7.”Pernah tidak kalian juga merasakan wisata kesana ??” .Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk bertujuan agar siswa bisa memperluas wawasan diluar sekolah. Dan sekolah kami mengeluarkan 6 bus pariwisata dan dibagi menjadi beberapa kelompok dan dibantu oleh perwakilan guru-guru yang ikut serta.

              Dan haripertama tour ke Yogyakarta kitamenujuwisatapantai Indrayanti (05.00-10.00 )dandisanamelakukankegiatanpengamatandisekitarpantai Indrayanti.”Menurut kalian apa saja yang ada disana??”. Disanakitamenemukanbulubabi ,bintanglaut, rumputlautdanberbagaimacam-macam biota laut. Dan sesudahitukitamelanjutkanperjalananmenujuwisataGua Pindul. Disanakitaharusmemakaipelpunamgdan ban untukberjalandiatas air dantekniswisatatersebutteknisnyaharussalingmemegang ban yang satudengan yang   lainnyadisitulahkitadijelaskanolehpemanduwisataGua Pindultentangterbentuknyabebatuan, kedalaman air danjenisjenishewan yang berada di dalamGua Pindulsepertipengelompokanhewankelelawar. Dan di Gua Pindulkitamerasakan 3 suasana pertahapanyaitusuasanaterangdantempatnyaluas yang keduasuasananyakecildangelapdan yang ketigabesardanatasnya erdapa lobanguntukmemancarkancahaya.

               Setelah di Gua Pindulrombongan SMPN 3 KRIAN langusungmelanjutkanperjalananke Malioboro. Sampai Malioborokira - kira jam 14.30. Untuk sampai  di Malioborokitaperluberjalan kaki sekitar 5 menit. Di Malioborosangatlahramaibanyak orang berjalanditepi jalandanbanyak orang asing yang datangke Malioboro. Disanaterdapatpangkalandelman yang sangatbanyak. Disanasangatcocokuntukberfotofotokarenatempatnyabagus dan strategis. Kita dapatmenemukanmakanankhasYogya. Di Malioborobukanhanyamakanan, kitabisa menemukankerajinan  KhasYogya,

          Tour ketigayaitu kami menujuke Bakpia Patok 25 disana kami dapatmembelioleholeh Khas Yogyakarta. Disanatidaktersediabakpiasajatetapidisanajugatersediakeripiksingkong, keripikpisang, keripikubi dll. Setelahberbelanja di bakpiapatok 25 kami menujukerumahmakanGubug Resto.

         Sekitar jam 19.00-20.00 kitaberada di Gubug Resto, disanakitamelaksanakan ISHOMA, setelahsholatkitamakanbersama. Setelahmakankitafotofotobareng. Jam 22.00 kitaperjalananpulangmenuju SMPN 3 KRIAN. Sampai di SMPN 3 KRIAN jam 03.00 pagidisanasemuasiswa – siswi sudahdijemput orang tuamasing-masing.Apakah menurut kalian cerita kami di Yogya menyenangkan??.

 

Jumlah Pengunjung

467957

Your IP: 54.92.153.90
Server Date: 21-06-2018

Waktu Sekerang

Tanggal saat ini

00:44, 21st June 2018
June 2018
SMTWTFS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
 
Open source productions